Wuk, kamu harus hidup seperti peribahasa: ibarat ilmu padi, semakin berisi, semakin merunduk. Semakin kamu memiliki kepandaian, kamu harus semakin rendah hati (ibuku, tahunnya lupa). ;)
Hari ini, lewat konferensi yang saya ikuti, saya diingatkan kembali tentang perkataan ibu saya. Karena hanya bekerja sebagai anggota tim "volunteer," maka saya tidak mempresentasikan paper apapun, hanya mendengarkan setiap pembicara. Tambahan lagi, konferensi antropologi ini membahas tentang linguistik dan sejarah, yang sebenarnya bukan bidang saya.
Saya suka memperhatikan setiap pembicara: gaya mereka dalam memaparkan riset, media yang dipakai, guyonan-guyonan atau keseriusan mereka. Kemudian satu hal yang suka saya lakukan adalah meng-google nama setiap presenter sepulang dari konferensi, karena dalam jadwal acara hanya dicantumkan nama presenter dan dari universitas mana mereka berasal. Tidak dicantumkan apakah mereka ini dosen, murid, atau staf.
Saya benar-benar dibuat terkejut malam ini. Kebanyakan nama yang saya google adalah mereka yang notabene sangat terkenal di bidangnya. Ada yang punya entri yang cukup panjang di wikipedia karena semua prestasi dan pengaruh mereka. Sekali google, wah, banyak sekali linknya ;) Yang membuat saya berdecak kagum adalah, orang-orang ini baiknya luar biasa. Mereka ramah-ramah, mau ngobrol dengan mahasiswa biasa seperti saya ini. Mereka bilang, wah tadi malam gamelannya bagus sekali. Lalu mereka tanya tentang sekolah saya, dari mana asal saya, dan ngobrol macam-macam. Kalau mereka sedang ngobrol dengan "orang penting lainnya" di konferensi siang tadi dan kebetulan saya ada di dekat mereka, mereka selalu melibatkan saya dalam percakapan meskipun saya sama sekali tidak mudeng apa yang mereka omongkan... haha..
Pokoknya mereka-mereka ini jauh dari kesan sombong, angkuh, pinter selangit (sampai tidak menginjak bumi)... benar-benar tidak ada kesan itu. Yang ada hanyalah orang-orang yang bersahaja, enak diajak ngobrol, tapi "kedalaman" omongan mereka itu menunjukkan bahwa dibalik sosok yang saya ajak bicara, ada pengalaman hidup dan keilmuan yang luar biasa.
Saya jadi diingatkan betapa saya masih jauh dari mereka. Saya yang baru lulus S2 saja kadang sombongnya melebihi langit. Kadang tidak jelas lagi batasnya antara bangga dan sombong...
:) mari kita belajar dari padi dan juga semut! :)
ReplyDeleteHayuuuuuk.... dan cicak juga kan ya?
ReplyDelete