There has to be an entry written in a language that only few people would understand, right? But in due time, I will give the translation.
Suatu pagi, di ruang kelas.
Dosen ini sedang menjelaskan tentang bagaimana hubungan manusia dengan alam sangat mempengaruhi hubungan manusia dengan manusia yang lain. Ada lima puluh mahasiswa di ruangan, tiap lima sampai enam mahasiswa duduk mengelilingi satu meja bundar. Belum sampai sepuluh menit, papan tulis di muka kelas sudah penuh dengan coretan sang dosen. Sesekali ia melemparkan pertanyaan, dan terjadilah diskusi yang seru. Beberapa mahasiswa tampak mengantuk, wajar, karena ini hari Senin.
Sang dosen harus menghapus papan tulisnya, sebelum kemudian berlanjut menjelaskan berbagai konsep yang telah menjejali pikirannya dan tak sabar untuk dibagi.
Duduk berbaur dengan para mahasiswa, adalah empat asisten dosen. Mereka ini mahasiswa pasca sarjana (S2) di universitas, dan dipercaya untuk membantu sang dosen berbagi dan belajar bersama dengan mahasiswa S1 di kelas itu. Pagi ini meskipun mereka duduk berpencar, sesekali mereka berpandangan. Kadang mereka melempar senyum tegang. Ya, mereka sedang menanti sesuatu. Kelas yang cuma 50 menit pagi ini terasa sangat lama untuk mereka. Keempat orang ini mencoba berkonsentrasi, tapi cuma sedikit ilmu yang terserap pagi itu. Sisanya hilang menguap bersama ketegangan dan perasaan tak sabar.
Sepuluh menit sebelum kelas selesai, tiba-tiba masuklah empat pria berpakaian sangat rapi dan formal, tentu lengkap dengan jas dan dasi. Satu diantara mereka membawa bunga, dan satu orang yang lain membawa kotak besar berbentuk hati. Didalamnya coklat beraneka rupa.
Tanpa basa-basi, seorang dari mereka bertanya,
"Apa ada disini yang bernama Fanny Kristandi?" (bukan nama dosen itu sebenarnya)
Tentu sang dosen menjawab, ya saya. Wajahnya mulai sedikit memerah, tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Tiba-tiba keempat pria ini menyanyi, tanpa iringan musik, membentuk alunan paduan suara yang luar biasa indah. Sang dosen terbelalak, itu lagu cinta. kesukaannya.
Seluruh kelas terdiam. Beberapa mulai tersenyum karena paham bahwa ini sebuah kejutan untuk sang dosen.
Wajah sang dosen makin memerah, dan ia kebingungan.
Lagu selesai dinyanyikan, keempat penyanyi tadi cuma berkata, Selamat Hari Kasih Sayang. Mereka menyerahkan bunga dan coklat tadi, lalu keluar dari ruangan. Semuanya bertepuk tangan. Sang dosen haru bercampur bahagia. Dia kebingungan dan bertanya, dari siapa ya ini?
Semua menggelengkan kepala tanda tak tahu, termasuk keempat asisten tadi.
Kelas hari itu selesai lima menit lebih awal.
Hahahaa, jangan beri tahu siapa-siapa ya? Karena ini kejutan yang kami siapkan untuk dosen kesayangan kami saat Hari Kasih Sayang nanti.
No comments:
Post a Comment